PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PERBAIKAN PEMBELAJARAN

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR KONSEP RANGKA MANUSIA, FUNGSI DAN PEMELIHARAANNYA  

KELAS IV SD NEGERI PANJANG WETAN 04 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab I yang akan dibahas adalah : latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan perbaikan dan manfaat perbaikan.

A.     LATAR BELAKANG MASALAH

Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta  didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mepertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, perlu ditingkatkan terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konstitusi Negara Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai penerus.                                   

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) No.20 Tahun 2003 menggariskan bahwa pendidikan nasional “bertujuan untuk berkembangnnya potensi peserta didik agar menjadi  manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab.” (Bab II Pasal 3). Pada tataran sekolah, tujuan ini dicapai melalui berbagai mata pelajaran, termasuk IPA

 Menurut pandangan konstruktivis dalam proses pembelajaran IPA seyogianya disediakan serangkaian pengalaman berupa kegiatan nyata yang rasional atau dapat dimengerti oleh siswa dan memungkinkan terjadi interaksi sosial. Jadi saat proses pembelajaran siswa harus terlibat secara langsung dalam kegiatan nyata siswa memperoleh pengalaman langsung dengan objek dan interaksi sosial dalam kelompoknya saat mencocokkan konsepsi awalnya dengan konsep yang disepakati ilmuwan. Guru perlu mempersiapkan bahan lebih awal dan melibatkan siswa agar siswa juga merasa berperan dalam pembelajaran IPA.

Dengan proses pembelajaran IPA seperti di atas, siswa dapat menguasai materi dengan baik. Bagaimanakah hasil pembelajaran IPA dewasana ini?

Setelah proses pembelajaran IPA pokok bahasan : Rangka Manusia, Fungsi dan Pemeliharaannya, prestasi belajar siswa kelas IV SDN Kandang Panjang 08 UPTD Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Pekalongan Utara rendah, yaitu hanya 9 ( 32,14 % ) siswa dari 27 anak yang mendapatkan nilai 75 ke atas atau yang mengalami belajar tuntas. Sedangkan 19 (  67,86 % ) siswa mendapat nilai dibawah 75 atau belum mengalami belajar tuntas.

Untuk mengetahui secara rinci kekurangan dari pembelajaran yang telah dilaksanakan, penulis melakukan refleksi diri dengan menjawab sejumlah pertanyaan reflektif. Pertanyaan yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana perhatian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran?
  2. Bagaimana ketertiban siswa selama proses pembelajaran?
  3. Bagaimana kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan guru?
  4. Apakah siswa berani bertanya apabila masih kesulitan memahami penjelasan guru?
  5. Bagaimana kesungguhan siswa dalam mengerjakan soal?
  6. Apakah siswa sudah memahami betul materi yang dijelaskan oleh guru?
  7. Bagaimana hasil ulangan siswa?

Dari jawaban atas pertanyaan refleksi tersebut, dapat diketahui kekurangan dalam pembelajaran IPA, pokok bahasan : Rangka Manusia, Fungsi dan Pemeliharaannya. Dalam proses kegiatan belajar mengajar :

  1. Banyak siswa yang suka bercerita sendiri dan kurang memperhatikan penjelasan guru
  2. Banyak siswa sering keluar kelas dan membuat gaduh
  3. Siswa tidak berani menjawab pertanyaan yang disampaikan guru
  4. Siswa tidak berani bertanya apa bila ada materi yang belum dipahami
  5. Banyak siswa yang masih salah dalam mengerjakan soal-soal latihan
  6. Siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi
  7. Hasil ulangan siswa belum mencapai nilai ketuntasan

Dari beberapa jawaban di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA pokok bahasan Rangka Manusia, Fungsi dan Pemeliharaannya masih rendah. Indikator pokok rendahnya prestasi belajar adalah hasil ulangan siswa rendah atau belum mencapai nilai ketuntasan. Kerendahan prestasi belajar ini terkait pula dengan perilaku siswa dalam proses pembelajaran, yaitu siswa sering keluar masuk kelas dan kurang memperhatikan pelajran. Siswa kurang berani menjawab pertanyaan guru dan tidak berani bertanya apabila ada kesulitan. Siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami penjelasan materi yang dibahas.   

B.     RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan sebab – sebab kekurangefektifan pembelajaran di atas, untuk membantu siswa kelas IV SDN Kandang Panjang 08 UPTD Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan, supaya menguasai materi pelajaran dengan baik, penulis merumuskan masalah perbaikan pembelajaran. Masalah yang akan pernulis kaji melalui penelitian tindakan kelas ini adalah : “Apakah pembelajaran IPA pokok bahasan Rangka Manusia, Fungsi dan Pemeliharaanya dengan menggunakan media alat peraga berupa contoh gambar kerangka manusia dengan metode demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab dapat membantu siswa kelas IV SDN Kandang Panjang 08 menguasai mata pelajaran tersebut ? ”

Pokok permasalahan tersebut lebih lanjut penulis kemukakan ke dalam pertanyaan penelitian sebagai berikut :

  1. Apakah dengan menggunakan media gambar dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas siswa saat pembelajaran IPA dengan metode demonstrasi dan diskusi ?
  2. Bagaimana pengaruh pemanfaatan alat peraga media gambar dalam pembelajaran terhadap peningkatan kualitas hasil belajar siswa ?

C.     TUJUAN PENELITIAN

Penelitian tindakan kelas ini penulis lakukan bersama guru kelas IV SDN Kandang Panjang 08 sebagai teman sejawat dan dibimbing supervisor dengan tujuan : Manfaat media gambar dalam proses pembelajaran dapat meningakatkan aktivitas siswa saat pembelajaran IPA dengan menggunakan metode demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab.

D.    MANFAAT PENELITIAN

Manfaat perbaikan pembelajaran melalui PTK ini cukup besar, baik bagi guru sebagai peneliti, institusi dan pendidikan sacara umum. Adapun manfaat tersebut dapat dikaji satu persatu sebagai berikut :

  1. Manfaat bagi guru antara lain :
    1. Untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang dikelolanya terutama mata pelajaran IPA.
    2. Guru mampu menunjukkan otonominya sebagai pekerja profesional yang dituntut untuk mampu mengembangkan diri dari pemula ( novice ) sampai ke akhir ( expert ).
    3. Guru lebih percaya diri.
    4. Guru mendapat kesempatan berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri terutama pada mata pelajaran IPA.
    5. Manfaat bagi institusi :
      1. Memberikan sumbangan yang positif terhadap kemajuan sekolah, yang tercermin dalam peningkatan kemampuan profesional para guru, perbaikan proses dan hasil belajar siswa, serta kondusifnya iklim pendidikan di sekolah.
      2. Sebagai sumbangan pemikiran kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka membina kemampuan guru melalui penelitian tindakan kelas.
      3. Pendidikan secara umum :

Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk mempertajam keterampilan guru Sekolah Dasar pada umumnya.

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

Dalam bab ini akan dibahas pengertian Pendidikan, Belajar dan Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Media Pembelajaran, dan Materi perbaikan pembelajaran. Adapun tiap pembahasan diuraikan di bawah ini.

A.     PENDIDIKAN

Menurut H. Dinn Wahyudin, (2006 , 2.14) pendidikan adalah sebagai usaha sadar diselenggarakan dengan rencana yang matang, mantap, sistematik, menyeluruh, berjenjang berdasarkan pemikiran yang rasional, objektif disertai dengan kaidah untuk kepentingan masyarakat dalam arti seluas – luasnya.

Fungsi pendidikan adalah menyiapkan peserta didik. Maksudnya adalah pendidikan lebih merupakan proses berkesinambungan dalam upaya menyiapkan peserta didik yang awalnya belum siap menuju kepada kesiapan dan kematangan pribadi.

Pendidikan sebagai suatu sistem memunculkan suatu fenomena bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan pembinaan pendidikan sangat kompleks dan banyak faktor yang terlibat di dalamnya. Faktor – faktor tersebut di antaranya guru, strategi pembelajaran dan media pembelajaran.

B.     BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

 Tugas utama para guru adalah membantu mengoptimalkan perkembangan siswa. Sebenarnya tanpa pendidikan pun anak tetap berkembang, tetapi dengan proses pendidikan diharapkan perkembangan anak tersebut akan lebih optimal (Asep Herry Hernawan, Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran : 2006, 2-9). Untuk itu perlu diperhatikan perkembangan peserta didik, dalam hal ini adalah anak SD.

Mulyani Sumantri, (2005, 6.4) mengatakan bahwa salah satu karakteristik anak SD adalah senang merasakan atau melakukan / memeragakan sesuatu secara langsung. Belajar tidak harus berpusat pada guru, tetapi anak harus lebih aktif (Peaget ; William C. Crain. yang dikutip oleh Abin Syamsuddin, oleh karena itu peserta didik harus dibimbing agar aktif menemukan sesuatu yang dipelajarinya. Konsekuensinya, materi yang dipelajari harus menantang sehingga mereka asyik dan terlibat dalam proses pembelajaran

Keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran dapat diperoleh apabila guru mahir dalam mengelola kelas melalui ketepatan menentukan metode dan media pembelajaran. Winzer (yang dikutip Udin S. Winataputra 2006, 9.9), mengatakan bahwa pengelolaan kelas adalah cara – cara yang ditempuh guru dalam menciptakan lingkungan belajar agar tidak terjadi kekacauan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencapai tujuan akademis dan sosial.

C.     METODE PEMBELAJARAN

Menurut Houston (yang dikutip oleh Udin S Winataputra 2006, 9.9) yang termasuk metode mengajar umum adalah metode kuliah / ceramah, bertanya, drill dan latihan, belajar kelompok dan penyikapan atau penelitian. Belajar kelompok terutama ditujukan untuk mengembangkan konsep pokok / sub pokok bahasan yang sekaligus mengembangkan aktivitas sosial sikap dan nilai ( Depdikbud, 1990 : 39, dikutip oleh Udin S Winataputra, 2006, 9.10 )

Dalam perbaikan pembelajaran IPA kali ini penulis menggunakan metode demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab. Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang menyajikan pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung objeknya dan caranya melakukan sesuatu untuk mempertunjukkan proses tertentu. Pada metode tanya jawab berfungsi sebagai cara melatih siswa untuk berani menyampaikan pendapat, bertanya dan menjawab pertanyaan. Sehingga anak menjadi aktif dalam kegiatan pembelajaran.Sedangkan metode diskusi membina siswa untuk belajar secara sistematis berdasarkan pada prosedur yang harus ditempuh. Pada metode diskusi memiliki karakteristik pengalaman belajar ( learning experience ) antara lain :

  1. Adanya pembentukan kelompok
  2. Mengarah pada suatu kesimpulan / pendapat bersama.
  3. Guru berperan sebagai motivator.
  4. Siswa sebagai objek dan subjek dalam pembelajaran
  5. Melatih bahasa lisan. ( Udin S. Winataputra 2006, 9.11 )

Keunggulan metode demonstrasi yaitu :

  1. Siswa dapat memahami sesuai objek sebenarnya.
  2. Dapat mengembangkan rasa ingin tahu siswa
  3. Dapat mengamati sesuatu secara proses.

Keunggulan metode diskusi yaitu :

  1. Siswa bertukar pikiran
  2. Merangsang siswa untuk berpendapat
  3. Dapat mengembangkan rasa tanggung jawab / solidaritas

Keunggulan metode demonstrasi dan diskusi di atas dikemukakan oleh Udin S Winataputra ; Strategi Belajar Mengajar, 2006, 420 dan 4.25

Keunggulan metode tanya jawab :

  1. Siswa berai bertanya kepada guru atau teman
  2. Siswa berani menyampaikan pendapat
  3. Siswa dapat berinteraksi dalam kelompok

D.    MEDIA PEMBELAJARAN

Banyak temuan penelitian yang mengungkapkan keandalan media pembelajaran di antaranya yang dilakukan oleh BRITISH AUDIO VISUAL ASSOCIATION, bahwa rata – rata jumlah informasi yang diperoleh seseorang melalui indera menunjukkan komposisi sebagai berikut :

75 % melalui indera penglihatan ( visual )

13 % melalui indera pendengaran ( auditori )

6 %   malalui indera sentuhan dan perabaan

6 %  melalui indera penciuman dan lidah. ( Udin S. Winataputra 2004, 5.7 )

Dari temuan ini dapat diketahui bahwa pengetahuan seseorang paling banyak diperoleh secara visual atau melalui indera penglihatan. Oleh karena itu penentuan media pembelajaran yang tepat sangat penting.

 (Asep Herry Hernawan 1987, 11 – 18) Media pembelajaran berguna untuk mengatasi hambatan proses komunikasi, antara lain untuk mengatasi verbalisme (ketergantungan untuk menggunakan kata – kata lisan dalam memberikan penjelasan). (Asep Herry Hernawan, 1987, 11.21 ).

E.     MATERI

Menurut Purwanto Sutanto (2004 : 7), rangka manusia memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi tersebut diharapkan dapat berjalanbaik selama hidupnya. Berapa tahun umur atau kesempatan hidup manusia, selama itu pula rangka manusia digunakan.

Tulang membantu melindungi bagian – bagian tertentu pada tubuh kita. Misalnya, bagian yang lunak dan organ – organ dalam penting seperti hati, jantung, paru – paru dan gijal. Tulang juga membantu kita bergerak atau melakukan kegiatan (Budi Wahyono, 2008 : 2)

Teori – teori di atas yang mendasari penulis dalam melakukan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas, dengan tujuan meningkatkan prestasi belajar siswa melalui proses pembelajaran yang dilakukan dengan perencanaan yang baik dan pelaksanaan yang sistematis, diharapkan prestasi belajar siswa lebih meningkat. Dalam hal ini difokuskan pada perbaikan pembelajaran mata pelajaran IPA pokok bahasan Rangka Manusia, Fungsi dan Pemeliharaannya.

F.   KONSEP PRESTASI BELAJAR

      Menurut hasbullah (2005 : 85), bahwa keberhasilan pembelajaran akan dicapai 75 % dari pembelajaran pada kurikulum di pengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun eksternal.

      Faktor internal antara lain : konsep diri, motivasi, minat, kebiasaan, kemandirian belajar dan lain-lain. Sedangkan faktor eksternal antara lain : sarana prasarana, guru orang tua dan lain-lain. Konsep diri merupakan bagian penting dalam perkembangan pribadi sesorang. Konsep diri yang positif akan memudahkan orang untuk berhasil mengembangkan diri hal, ini sejalan dengan pendapat bahwa konsep diri akan berpengaruh besar terhadap keseluruhan perilaku yang akan ditampilkan oleh seseorang, sehingga peserta didik yang memiliki konsep diri positif akan mudah dikembangkan minatnya untuk belajar, karena menyadari bahwa belajar adalah kebutuhan.

      Masalah kualitas Pendidikan merujuk pada peningkatan proses belajar mengajar (Pembelajaran). Proses pembembelajaran di sekolah sangat kompleks, karena di dalamnya terdapat aspek pedagogis dan didaktis. Prestasi belajar peserta didik dipengaruhi oleh banyak faktor namun yang paling menentukan adalah guru. Peran orang tua juga sangat penting misalnya pada saat guru memberikan pekerjaan rumah, diperlukan bimbingan orang tua dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh anak.

      Dari uraian di atas dapat kita mengerti bahwa mutu pendidikan tidaklah dipengaruhi oleh faktor tunggal, namun ada sejumlah variabel yang saling mempengaruhi.

G. KONSEP AKTIVITAS

      Menurut sudirman (2001 : 10), yang dimaksud denganaktivitas belajar adalah aktivas yang bersifat fisik maupun mental. Dalam kegiatan belajar mengajar kedua aktivitas tersebut harus saling menunjang agar diperoleh hasil yang maksimal. Sehubungan dengan hal ini ( Piaget dalam Nasution, 1995 :18 ) menambahkan bahwa seseorang berpikir sepanjang dia berbuat. Tanpa perbuatan, anak tidak berpikir. Agar anak berpikir sendiri ia harus diberikan  kesempatan  untuk berbuat sendiri. Berpikir pada taraf perbuatan.

      Pada pembelajaran dengan menggunakan media gambar, banyak aktifitas dalam proses pembelajaran yang akan di alami siswa seperti : mengamati gambar, membuat kelompok diskusi, tanyajawab dengan teman, bertanya dan menyimpulkan materi. Semua aktifitas ini sangat bermafaat bagi siswa karena siswa mencari pengalaman dan mengalami sendiri hal ini akan membuat pelajaran lebih menarik dan lebih berhasil.

 

 

 

Responses

  1. kok gak ada daftar pustakanya?

  2. Mna Bab III nya butuh bnget nih aq….. secepatnya dilampirkan yah… Kutunggu,,, OK !!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: